Pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai kendala Internal Server Error, kendala ini umum pernah dialami oleh pengguna website wordpres selain kendala umum wordpress lainnya, seperti error database connection, halaman blank atau syntax error.
Ada beberapa hal penyebab kendala ini dapat terjadi, dan disini kami akan mengulas apakah Internal Server Error itu, kenapa internal server error bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya.

Apakah Internal Server Error itu ?

pesan internal server error

pesan internal server error

Internal server error yaitu pesan yang menunjukkan bahwa sedang terdapat masalah pada sisi webserver, hal ini dapat disebabkan berbagai hal seperti File .htaccess yang rusak, plugin yang rusak, bug pada theme, batasan memory PHP, versi php atau kegagalan update/upgrade versi wordpressnya.
Kendala ini tidak spesifik hanya terjadi pada website wordpress saja, namun juga dapat terjadi di platform website lain seperti joomla, prestashop, drupal atau script website yang dikembangkan secara mandiri. Sebagai informasi juga untuk kendala internal server error 500 ini berbeda dengan kendala internal server error 732 yang mungkin sebelumnya pernah terjadi pada website anda, dan untuk kendala internal server error 732 penyebabnya lebih dikarenakan pada sisi jaringan komputer yang anda gunakan. Namun pada kesempatan kali ini kami akan membahas cara memperbaiki 500 internal server error pada website wordpress.

Bagaimana cara memperbaiki Internal server error wordpress ?

Ada beberapa langkah pengecekan yang dapat anda lakukan seperti yang kami jelaskan dibawah ini, namun

Sebelum kita melangkah pada tahap ini, disarankan untuk melakukan backup data website anda untuk mengurangi resiko kemungkinan kehilangan data nantinya.

Untuk langkah pengecekan dan perbaikan dapat dimulai dengan,

Periksa Versi PHP

Ini merupakan langkah pertama yang disarankan yaitu mengecek versi PHP yang digunakan, pada beberapa kasus versi PHP juga berkaitan dengan internal server error ini, karena ada beberapa plugins dan scripts WordPress yang memerlukan versi PHP spesifik, sehingga bila persyaratan tidak terpenuhi, maka pemberitahuan 500 Internal Server Error akan muncul.
Perubahan versi PHP dilakukan untuk mengecek apakah kesalahan yang terjadi memang berkaitan dengan versi PHPnya, dan untuk mengganti Versi PHP di cPanel dapat dilakukan dengan cara,

  • Login ke cPanel
  • Klik menu select PHP version
  • kemudian pada PHP version ubah ke versi lain, misal 5.6
  • kemudian klik Set as current seperti berikut,
php selector

php selector

Setelah perubahan versi PHP dilakukan, silahkan anda coba akses kembali websitenya,
Jika setelah pergantian versi PHP website sudah tampil normal kembali, artinya kendala terletak pada versi PHP yang digunakan sebelumnya, anda dapat kordinasi dengan pihak penyedia hosting anda untuk mengetahui detail hal ini.
Namun jika website masih menampilkan error yang sama artinya kendala bukan disebabkan versi PHP yang digunakan, sehingga versi PHP dapat dilakukan perubahan ke versi sebelumya, setelah itu lanjutkan dengan melakukan pengecekan pada pada penyebab lainnya seperti,

Cek Permission File dan Folder

Langkah ini dilakukan untuk mengecek permission file dan folder website anda apakah sudah benar, langkah pengecekannya dapat dilakukan dengan,

  • Login ke cPanel akun hosting anda
  • Klik menu File Manager untuk mengakses direktori website anda atau dapat diakses juga melalui FTP,
  • Klik pada direktori public_html,
  • Kemudian cek Permission pada Folder dan file nya dan pastikan untuk Folder/direktori menggunakan 0755 dan untuk file 0644,
permission file dan folder

permission file dan folder

Setelah dipastikan permission file dan folder sudah benar, langkah selanjutnya yaitu,

Periksa File .htaccess

Pemeriksaan pada File .htaccess dapat dilakukan dengan cara disable file htaccessnya, disable htaccessnya dapat dilakukan dengan rename filenya menjadi nama lain, misalnya .htaccess-disable seperti berikut

disable file htaccess

disable file htaccess

  • Login ke cPanel akun hosting anda
  • Klik menu File Manager untuk mengakses direktori website anda atau dapat diakses juga melalui FTP,
  • Klik pada direktori public_html,
  • Kemudian ubah/rename file .htaccess menjadi nama file lain, misalnya : .htaccess-disable

Setelah file .htaccess disable, silahkan coba untuk reload kembali website anda, hal ini untuk mengetahui apakah ini dapat menyelesaikan masalah.
Jika tampilan website normal kembali artinya kendala ada pada file htaccess website dan selamat anda telah memperbaikinya, namun setelah itu buat pengaturan file htaccess anda agar default wordpress kembali dengan cara login ke wp-admin websitenya kemudian klik menu Settings »Permalinks, kemudian klik tombol simpan, Ini untuk memastikan juga agar halaman post Anda tidak mennampilkan error 404.
Jika proses disable file htaccess tidak menyelesaikan masalah, dan error masih terjadi, maka silahkan kembali aktifkan file htaccessya dengan merenamenya kembali seperti nama awal, kemudian silahkan lakukan,

Nonaktifkan Semua Plugin

Menonaktifkan semua plugin yang aktif merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengetahui kenapa internal server error ini dapat terjadi,  karena jika terdapat error pada plugin atau plugin yang tidak kompatible dengan versi wordpress yang digunakan dapat menjadi penyebab kendala ini terjadi. Sayangnya, belum ada cara mudah untuk menemukan ini sehingga anda harus menonaktifkan semua plugin WordPress sekaligus.
Berikut ini beberapa metode untuk Menonaktifkan Plugin WordPress tanpa melalui halaman wp-admin, (pilih salah satu),

Merename folder plugin

Langkah ini dapat dilakukan dengan mengakses ke halaman direktori website anda dengan cara,

  • Login ke cPanel
  • Klik menu File Manager untuk mengakses direktori website anda atau dapat diakses juga melalui FTP,
  • Klik pada direktori public_html,
  • Masuk pada direktori wp-content
  • rename folder plugins menjadi nama lain, seperti plugins-disable
disable plugin folder

disable plugin folder

Menonaktifkan melalui database

Login ke database website anda menggunakan fitur phpmyAdmin di hosting anda kemudian pilih databasenya setelah itu klik table *_options kemudian pada coloum option_value active_plugins hapus isi didalamnya kemudian edit dengan a:0:{} seperti berikut,

database active plugin

database active plugin

Jika setelah menonaktifkan semua plugin dapat memperbaiki kesalahan, berarti Anda tahu itu adalah ada salah satu plugin yang menyebabkan error. Cukup dengan mengaktifkan kembali satu persatu plugin-plugin anda sampai Anda menemukan plugin yang menyebabkan masalah ini. Singkirkan plugin itu, dan laporkan kesalahannya ke pembuat plugin.

Namun jika langkah disable semua plugin belum menyelesaikan masalah maka selanjutnya anda dapat meningkatkan batas memory PHP websitenya.

Meningkatkan Batas Memori PHP

Untuk kendala ini umumnya hanya terjadi saat Anda mencoba masuk ke admin WordPress atau mengunggah gambar di wp-admin Anda, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi di halaman utama website anda, dan dengan meningkatkan batas memori PHP website anda merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk cara mengatasi 500 internal server error wordpress, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  • Login ke cPanel
  • Klik menu File Manager untuk mengakses direktori website anda atau dapat diakses juga melalui FTP,
  • Klik pada direktori public_html -> wp-admin,
  • Buat file teks kosong yang diberi nama php.ini
  • Paste kode ini di sana:
memory = 64MB
  • Simpan

Jika langkah ini dapat masalah, maka kendala ini dapat teratasi sementara. Alasan mengapa kita mengatakan ini karena harus ada sesuatu yang perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut terkait penggunaan memory website anda. Ini dapat kemungkinan disebabkan code plugin yang buruk atau terdapat error pada fungsi tema. Kami menyarankan anda meminta bantuan layanan web hosting anda untuk melihat log report untuk memudahkan dalam menemukan penyebab yang tepat.
Namun jika langkah ini belum dapat memperbaiki masalah untuk Anda, kemungkinan kendala ini dikarenakan terdapat beberapa masalah hard-core wordpressnya sehingga anda perlu untuk

Mengupload Ulang Core File Inti WordPress

Jika opsi plugin tidak memperbaikinya, maka perlu coba untuk mengupload ulang folder wp-admin dan wp-includes dari pemasangan WordPress yang baru. Ini TIDAK akan menghapus semua informasi Anda, namun mungkin akan memecahkan masalah jika ada file yang rusak. caranya,

  • Download file instalasi wordpress baru di https://wordpress.org/latest.zip
  • Ekstrak/unzip file tersebut,
  • Rename direktori/folder wp-includes dan wp-admin di hosting anda menjadi nama lain misal wp-includes-lama dan wp-admin-lama,
  • Upload direktori/folder wp-includes dan wp-admin dari file instalasi wordpress baru yang telah diekstrak sebelumnya,

Setelah itu coba reload kembali halaman website anda, Jika website sudah tampil normal kembali artinya kendala terletak pada file inti wordpress sebelumnya yang terdapat kesalahan.

Namun jika website masih menampilkan error sama artinya penyebab bukan dikarenakan file core wordpress anda, untuk itu dapat kembalikan core file wordpress lama anda dengan hapus folder wp-admin dan wp-includes nya kemudian rename kembali folder wp-includes-lama dan wp-admin-lama menjadi wp-includes dan wp-admin kemudian kami menyarankan untuk menghubungi penyedia hosting Anda

Meminta bantuan pada penyedia hosting anda

Jika beberapa cara sebelumnya tidak berhasil, maka Anda perlu menghubungi penyedia hosting Anda. Nantinya dengan melihat log server, mereka seharusnya bisa mengetahi detail penyebabnya.

Inilah beberapa kemungkinan serta solusi yang dapat digunakan memperbaiki masalah kendala Internal Server Error di website WordPress. Semoga dapat bermanfaat,

Apakah salah satu solusi di atas memperbaiki masalah untuk Anda? Jika ya, beri tahu kami di kolom komentar, atau Jika Anda mengetahui perbaikan yang tidak tercantum dalam artikel ini, mohon informasikan kepada kami di komentar di bawah ini sehingga kami dapat memastikan agar artikel ini selalu update dengan saran dan informasi baru dari pengguna.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *